Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Kesadaran Hukum, UPNVJT Gelar Pengabdian Masyarakat bagi PMI di Kuala Lumpur
| Fotobersama usai kegiatan berlangsung, Dok. Panitia |
Dinamikapots, Kuala Lumpur – Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur kembali menunjukkan komitmen dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan Kesadaran Hukum bagi Pekerja Migran Indonesia di Malaysia dari Perspektif Human Security”, dan dilaksanakan pada 2-5 Juli 2025 di Sanggar Bimbingan Al-Amin, Sentul, Kuala Lumpur, dengan melibatkan komunitas PMI di bawah binaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Program ini merupakan bentuk perguruan tinggi mendukung pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri melalui penguatan kapasitas ekonomi dan peningkatan pemahaman perlindungan hukum. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi PMI dalam menghadapi berbagai tantangan selama bekerja.
Program pengabdian tersebut berangkat dari tingginya kompleksitas tantangan yang dihadapi pekerja migran Indonesia, mulai dari persoalan perlindungan hukum, pengelolaan keuangan, hingga kesiapan menghadapi berbagai resiko sosial dan ekonomi selama bekerja di luar negeri.
Kondisi tersebut menuntut adanya upaya pemberdayaan yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memperkuat kapasitas individu agar mampu mengambil keputusan secara mandiri dan tepat. Melalui perspektif human security, tim pengabdian yang beranggotakan Muhammad Indrawan Jatmika, Dewi Fortuna Sari, serta Diah Ayu Wulandari, ingin memperkenalkan pendekatan yang menempatkan kesejahteraan dan keamanan individu sebagai fokus utama.
Perspektif ini memandang bahwa perlindungan terhadap pekerja migran tidak cukup hanya melalui regulasi ketenagakerjaan, tetapi juga harus didukung oleh ketahanan ekonomi, pemahaman terhadap hak-hak hukum, serta kemampuan mengantisipasi berbagai bentuk kerentanan yang mungkin dihadapi selama berada di negara penempatan maupun saat kembali ke Indonesia.
Berbagai materi disampaikan secara interaktif, meliputi pengelolaan keuangan, strategi membangun ketahanan ekonomi yang disampaikan oleh Muhammad Indrawan Jatmika selaku ketua tim pengabdian, serta peningkatan literasi hukum mengenai hak dan kewajiban pekerja migran Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Shohenuddin selaku koordinator Sanggar Bimbingan Al-Amin.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai mekanisme perlindungan yang tersedia apabila menghadapi permasalahan ketenagakerjaan maupun persoalan hukum di Malaysia. Rangkaian kegiatan selanjutnya diikuti dengan diskusi yang berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para peserta.
Beragam pengalaman yang dibagikan mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi PMI, mulai dari pengelolaan pendapatan hingga pemahaman terhadap prosedur penyelesaian permasalahan hukum. Interaksi tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama sekaligus memperkuat kesadaran bahwa perlindungan diri dimulai dari pengetahuan dan kesiapan individu.
UPNVJT berharap melalui program pengabdian ini, para Pekerja Migran Indonesia semakin siap menghadapi tantangan di negara penempatan, memiliki kemampuan mengelola kondisi ekonomi secara berkelanjutan, serta memahami hak dan kewajiban hukumnya sebagai warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung perlindungan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di tingkat global.
Penulis: Dewi Fortuna Sari
Posting Komentar