Mahasiswa KKN UNY Gelar Webinar, Dorong Kemajuan Wisata Lembah Sorory Pelemadu
![]() |
| Suasana Webinar dari Mahasiswa KKN UNY untuk Kemajuan Wisata Lembah Sorory |
Yogyakarta – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar webinar untuk mendukung pengembangan Wisata Desa Lembah Sorory, Pelemadu. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Agustus tersebut membahas sejumlah strategi pengembangan wisata, mulai dari promosi digital hingga keterlibatan masyarakat.
Webinar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNY dalam membantu mengenalkan potensi wisata yang dimiliki Desa Pelemadu. Selain memberikan informasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi antara mahasiswa, pengelola, dan masyarakat terkait kebutuhan pengembangan Lembah Sorory.
Lembah Sorory memiliki daya tarik berupa suasana alam yang nyaman. Kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat bersantai, berkumpul bersama keluarga maupun teman, hingga melakukan berbagai aktivitas luar ruangan.
Potensi tersebut dinilai masih dapat dikembangkan agar Lembah Sorory mampu menjangkau lebih banyak wisatawan. Karena itu, mahasiswa KKN UNY memberikan perhatian pada sejumlah aspek yang dapat mendukung perkembangan destinasi wisata tersebut.
Dorong Promosi Lewat Media Digital
Salah satu pembahasan dalam webinar adalah pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi wisata.
Saat ini, media sosial menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat ketika mencari destinasi yang ingin dikunjungi. Kondisi ini dapat dimanfaatkan pengelola Lembah Sorory untuk memperkenalkan suasana dan berbagai aktivitas yang tersedia kepada calon wisatawan.
Promosi dapat dilakukan melalui foto dan video yang menampilkan kondisi kawasan wisata, fasilitas, aktivitas pengunjung, hingga berbagai kegiatan yang digelar di Lembah Sorory.
Konten juga tidak harus selalu dibuat ketika ada acara besar. Aktivitas sehari-hari di kawasan wisata dapat menjadi bahan untuk membuat konten secara rutin.
Dengan pengelolaan konten yang konsisten, keberadaan Lembah Sorory di media sosial diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat.
Google Maps Juga Jadi Perhatian
Selain media sosial, keberadaan informasi wisata di Google Maps turut menjadi salah satu hal yang dibahas.
Informasi lokasi yang jelas dapat membantu wisatawan yang baru pertama kali berkunjung. Selain titik lokasi, foto, jam operasional, dan ulasan pengunjung juga dapat memberikan gambaran awal mengenai destinasi tersebut.
Mahasiswa KKN UNY sebelumnya juga melakukan kegiatan yang berkaitan dengan Google Maps bersama pengunjung Lembah Sorory. Pengunjung diajak memberikan ulasan setelah mengikuti aktivitas di kawasan wisata.
Ulasan tersebut dapat menjadi informasi tambahan bagi calon wisatawan yang sedang mempertimbangkan Lembah Sorory sebagai salah satu tujuan perjalanan.
Melalui webinar, mahasiswa kemudian memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai pentingnya pengelolaan informasi digital. Pemanfaatan berbagai platform tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi Lembah Sorory.
Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Pengunjung
Dalam webinar, pengembangan wisata tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Pengelolaan destinasi juga perlu memperhatikan pengalaman wisatawan selama berada di lokasi.
Sejumlah aspek seperti kebersihan, kenyamanan, fasilitas, pelayanan, keamanan, promosi, dan kondisi lingkungan menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Pelayanan sederhana juga dapat memberikan kesan bagi pengunjung. Informasi yang jelas, lingkungan yang bersih, fasilitas yang terawat, serta sikap ramah kepada wisatawan dapat membantu menciptakan pengalaman yang positif.
Pengalaman tersebut kemudian berpotensi mendorong wisatawan untuk berkunjung kembali. Pengunjung yang merasa puas juga dapat membagikan pengalaman mereka kepada teman dan keluarga maupun melalui media sosial.
Secara tidak langsung, hal tersebut dapat menjadi bentuk promosi bagi Lembah Sorory.
Libatkan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata
Mahasiswa KKN UNY juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan wisata desa.
Masyarakat sekitar tidak hanya menjadi pihak yang tinggal di sekitar kawasan wisata. Mereka juga dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan pariwisata.
Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuat pengembangan Lembah Sorory lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan Desa Pelemadu.
Mahasiswa menilai pengembangan wisata membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pengelola dan masyarakat memiliki pemahaman mengenai kondisi serta potensi lokal, sementara mahasiswa dapat berkontribusi melalui pengetahuan dan gagasan yang dimiliki.
Webinar yang digelar pada 28 Agustus menjadi salah satu ruang untuk membangun komunikasi tersebut. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai kondisi dan kebutuhan pengembangan wisata.
Jaga Lingkungan Jadi Bagian Pengembangan
Aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam pengembangan Lembah Sorory.
Peningkatan jumlah wisatawan perlu diikuti dengan pengelolaan lingkungan yang baik. Kebersihan kawasan, pengelolaan sampah, serta perawatan fasilitas menjadi bagian penting agar lingkungan wisata tetap nyaman.
Hal tersebut juga berkaitan dengan daya tarik Lembah Sorory yang mengandalkan suasana alam. Lingkungan yang bersih dan terawat dapat mendukung kenyamanan wisatawan selama berada di lokasi.
Di sisi lain, pengembangan wisata juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Aktivitas pariwisata dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut terlibat dan memperoleh manfaat dari keberadaan destinasi wisata.
Dengan demikian, Lembah Sorory tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga berpotensi mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Jadi Pengalaman bagi Mahasiswa KKN
Bagi mahasiswa KKN UNY, kegiatan webinar tersebut menjadi pengalaman untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan di tengah masyarakat.
Mahasiswa juga dapat melihat secara langsung bahwa pengembangan destinasi wisata memiliki tantangan yang harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Kontribusi mahasiswa selama KKN pun tidak selalu harus berbentuk pembangunan fisik. Berbagi pengetahuan, membantu promosi, membuat konten, memberikan gagasan, hingga mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan media digital juga menjadi bentuk kontribusi yang dapat dilakukan.
Pengembangan Lembah Sorory sendiri membutuhkan proses berkelanjutan. Webinar pada 28 Agustus menjadi salah satu langkah untuk menambah wawasan pengelola dan masyarakat mengenai pengembangan wisata.
Berbagai gagasan yang muncul dalam kegiatan tersebut selanjutnya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Lembah Sorory.
Ke depan, Lembah Sorory diharapkan dapat terus berkembang dengan tetap mempertahankan kenyamanan wisatawan serta menjaga lingkungan. Promosi digital juga dapat dilakukan secara konsisten agar informasi mengenai destinasi wisata tersebut semakin mudah ditemukan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNY berupaya memberikan kontribusi melalui berbagi pengetahuan, pemanfaatan media digital, serta komunikasi dengan pengelola dan masyarakat.
Kemajuan Lembah Sorory pada akhirnya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengelola, masyarakat, mahasiswa, pemerintah desa, hingga pengunjung. Kerja sama yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi Wisata Lembah Sorory Pelemadu tanpa menghilangkan karakter dan lingkungan yang menjadi daya tariknya.
.jpeg)
Posting Komentar