Mahasiswa Akuntansi UMUS Dampingi 4 UMKM Desa Mulyasari Belajar Catat Keuangan

Mahasiswa KKN UMUS bersama pelaku UMKM Desa Mulyasari saat kegiatan pendampingan pencatatan keuangan menggunakan buku kas harian.
CIREBON – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dari Program Studi Akuntansi memberikan pendampingan pencatatan keuangan sederhana kepada empat pelaku UMKM di Desa Mulyasari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN yang ditujukan untuk membantu pelaku UMKM mengelola keuangan usaha secara lebih teratur. Pendampingan dilakukan dengan metode sederhana dan disesuaikan dengan aktivitas usaha yang dijalankan sehari-hari.
Kenalkan Buku Kas 3 Kolom
Dalam pendampingan tersebut, mahasiswa mengenalkan sistem pencatatan menggunakan buku kas tiga kolom. Buku tersebut memuat tiga bagian utama, yakni uang masuk, uang keluar, dan sisa uang.
Para pelaku UMKM juga mendapatkan buku catatan yang dapat langsung digunakan untuk mempraktikkan pencatatan keuangan setelah kegiatan berlangsung.
Mahasiswa menjelaskan bahwa pencatatan secara rutin dapat membantu pelaku usaha mengetahui arus uang yang digunakan dalam kegiatan usaha. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, pelaku UMKM juga dapat mengetahui sisa uang setiap hari serta lebih mudah memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan pribadi.
Salah satu peserta, Ibu Nana, mengaku mendapatkan manfaat dari pendampingan tersebut.
“Biasanya saya jualan cuma dikira-kira saja. Setelah diajari pakai buku kas 3 kolom, jadi lebih tahu uang yang masuk, uang yang keluar, sama sisa uangnya,” ujar Ibu Nana.
Mahasiswa Berikan Contoh Transaksi
Elsa Dwi Andana Seisa, mahasiswa KKN UMUS dari Program Studi Akuntansi, mengatakan pemilihan buku kas tiga kolom dilakukan karena metode tersebut mudah diterapkan oleh pelaku UMKM.
“Saya pilih buku kas 3 kolom karena cara mengisinya sederhana. Setiap selesai jualan tinggal dicatat uang masuk, uang keluar, kemudian dihitung sisanya. Jadi tidak membutuhkan waktu lama,” ungkapnya.
Pendampingan dilakukan secara langsung bersama para pelaku UMKM. Selain memberikan penjelasan mengenai cara mencatat transaksi, mahasiswa juga memberikan sejumlah contoh transaksi sederhana agar peserta lebih mudah memahami cara pengisian buku kas.
Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM di Desa Mulyasari diharapkan mulai terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha secara rutin.
Meskipun menggunakan metode sederhana, pencatatan keuangan diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas sekaligus memperkirakan keuntungan yang diperoleh.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan akuntansi yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program pengabdian di Desa Mulyasari.
Posting Komentar