Tim PKM Pendidikan IPA UNM Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Ternak Menjadi Pupuk Organik di PPLH Puntondo
![]() |
| Tim PKM Pendidikan IPA UNM memberikan pelatihan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik kepada peternak di PPLH Puntondo, Kabupaten Takalar. |
Takalar — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pendidikan IPA Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihan pengolahan limbah ternak sapi dan kambing menjadi pupuk organik di kawasan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi persoalan limbah ternak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan peluang ekonomi produktif bagi peternak.
Program tersebut menyasar 20 peternak mitra yang selama ini menghadapi persoalan penumpukan limbah ternak dengan volume sekitar 300 hingga 500 kilogram per hari. Sebelum program dilaksanakan, limbah ternak umumnya hanya ditumpuk di sekitar kandang atau dibuang ke lahan terbuka.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan populasi lalat, tetapi juga berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan serta menghasilkan emisi gas metana.
Melihat persoalan tersebut, Tim PKM Pendidikan IPA UNM menghadirkan pendekatan pengolahan limbah terpadu berbasis teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, limbah ternak diolah menjadi pupuk organik padat melalui metode pengomposan aerob. Sementara itu, pupuk organik cair diproduksi menggunakan proses fermentasi anaerobik terkontrol dengan memanfaatkan drum tertutup.
Para peternak tidak hanya memperoleh sarana produksi, tetapi juga mendapatkan pelatihan teknis berbasis praktik langsung atau learning by doing. Materi pelatihan meliputi pemilahan bahan baku, pencampuran aktivator, pengawasan proses fermentasi, hingga pengemasan produk pupuk organik.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, program tersebut juga memberikan penguatan dalam aspek manajemen usaha. Peserta dibekali pengetahuan mengenai penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, pencatatan keuangan sederhana, serta perhitungan harga pokok produksi.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil olahan limbah dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, limbah ternak tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, melainkan dapat menjadi sumber usaha produktif bagi masyarakat.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kapasitas yang signifikan di kalangan peternak mitra. Tingkat pemahaman dan keterampilan teknis peserta meningkat dari 25 persen pada kondisi awal menjadi 85 persen setelah mengikuti pelatihan.
Selain itu, sekitar 50 persen limbah harian kelompok telah berhasil diolah menjadi produk bernilai tambah berupa pupuk organik. Program ini juga telah menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, seperti bak pengomposan, drum fermentasi, alat pengemas, serta demplot edukasi di kawasan PPLH Puntondo.
Keberhasilan program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengelolaan limbah ternak berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain, khususnya di Kabupaten Takalar.
Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik juga membuka peluang penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha produksi secara kolektif dan berkelanjutan.
Tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, khususnya masyarakat mitra di PPLH Puntondo yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian program.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Program Pengabdian Kepada Masyarakat PNBP UNM Tahun 2026 atas dukungan dan fasilitasi sehingga kegiatan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik dapat terlaksana dengan baik.

Posting Komentar