Mahasiswa UPI Ciptakan Alat Penabur Pupuk Sederhana, Bantu Petani Pangalengan Lebih Efisien
![]() |
| Mahasiswa dan para petani menunjukkan alat penabur pupuk hasil inovasi Workshop TANGGUH. |
Warta IDN, Bandung - Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Deutschstudentenverband (DSV), Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) bertajuk "Aksara Bhumi: Membumikan Pengetahuan, Menyemai Harapan, Menggerakkan Perubahan" pada 27 Juli- 1 Agustus 2026 di Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Selama enam hari pelaksanaan, mahasiswa berkolaborasi dengan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh aspek pendidikan, sosial, lingkungan, kerohanian, budaya, serta pemberdayaan masyarakat.
Berbagai kegiatan tersebut dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan dan potensi desa, sehingga tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Workshop TANGGUH (Teknologi Andalan untuk Pertanian dan Perkebunan Tangguh). Workshop ini menghadirkan inovasi berupa alat penabur pupuk manual berbahan pipa PVC yang dirancang sederhana, mudah dibuat, dan dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh para petani.
Alat tersebut dapat digunakan untuk berbagai jenis pupuk kering, seperti urea dan NPK, sehingga membantu proses pemupukan menjadi lebih efektif, merata, dan nyaman. Selain meningkatkan efisiensi kerja, alat ini juga membantu mengurangi aktivitas membungkuk secara berulang yang sering menyebabkan keluhan pada bagian pinggang saat melakukan pemupukan.
Workshop dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi pembuatan alat, praktik perakitan, hingga simulasi penggunaan di lapangan. Antusiasme para petani terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, mulai dari mencoba langsung alat hingga berdiskusi mengenai pengembangan inovasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan pertanian di Desa Margamekar.
Ketua Kelompok Tani Kertaraharja, Pak Ayyin, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa UPI. Menurutnya, alat tersebut memberikan solusi yang sederhana, namun mampu menjawab kebutuhan para petani di lapangan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UPI yang telah menghadirkan inovasi ini. Alatnya sederhana, mudah dibuat, tetapi manfaatnya sangat terasa bagi kami. Kami berharap ke depannya akan hadir lebih banyak inovasi dari mahasiswa yang dapat menjadi solusi bagi kebutuhan para petani serta semakin membantu pekerjaan kami di lapangan," ujar Pak Ayyin.
Keunikan P2M tahun ini tidak hanya terletak pada inovasi yang dihadirkan, tetapi juga pada semangat kolaborasi lintas disiplin yang dibangun oleh mahasiswa. Meskipun berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui berbagai program yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga penerapan teknologi tepat guna.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak dibatasi oleh bidang keilmuan, melainkan oleh kepedulian, kreativitas, serta kemampuan berkolaborasi dalam menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata.
Ketua Pelaksana P2M, Aldi Rizky Firmansyah, menjelaskan bahwa seluruh program yang dilaksanakan berangkat dari kebutuhan masyarakat dan disusun agar dapat memberikan dampak nyata.
"Meskipun kami berasal dari Pendidikan Bahasa Jerman, kami percaya bahwa ilmu pengetahuan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi, identifikasi kebutuhan desa, dan pendekatan lintas disiplin, kami berupaya menghadirkan program yang relevan dengan potensi Desa Margamekar. Workshop TANGGUH menjadi salah satu contoh bahwa inovasi sederhana dapat memberikan solusi nyata bagi para petani sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dari berbagai bidang ilmu mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat," jelas Aldi.
Melalui tema "Aksara Bhumi: Membumikan Pengetahuan, Menyemai Harapan, Menggerakkan Perubahan", Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi wujud komitmen mahasiswa UPI dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui implementasi program yang berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan.

Posting Komentar