KKN Profesi Kesehatan Unhas Edukasi Peternak Sapi di Anabanua Cegah PMK

KKN Profesi Kesehatan Unhas Beri Vitamin dan Obat Cacing untuk Sapi di Anabanua
BARRU, 3 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Anabanua menggelar edukasi kesehatan ternak bagi masyarakat sebagai upaya menekan risiko Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Pemberian Vitamin, Obat Cacing dan Mencegah PMK pada Sapi Desa Anabanua” tersebut dilaksanakan dengan mendatangi langsung rumah-rumah peternak sapi melalui pendekatan door to door.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin, 1–3 Agustus 2026, pukul 07.00 hingga 18.00 WITA.
Program tersebut dipimpin oleh Muhammad Ghifari Triaji Pamungkas (C031231026) dari Program Studi Kedokteran Hewan selaku penanggung jawab kegiatan.
Sebanyak 23 peternak dari empat dusun menjadi sasaran kegiatan. Mereka tersebar di Dusun Daccipong, Banga-banga, Allejjang, dan Gelleng’e, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.
Edukasi PMK Dilakukan dari Rumah ke Rumah
Pendekatan langsung dipilih mahasiswa agar penyampaian informasi mengenai kesehatan hewan dapat berlangsung secara interaktif sekaligus menyesuaikan dengan kondisi peternak di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai PMK, mulai dari pengenalan penyakit, gejala klinis hingga mekanisme penularannya.
Peternak juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, seperti hipersalivasi serta munculnya lesi pada area mulut dan kuku.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan komunikatif sehingga dapat lebih mudah dipahami oleh peternak tradisional.
Selain edukasi secara langsung, mahasiswa membagikan brosur yang berisi informasi praktis mengenai kesehatan ternak.
Brosur tersebut memuat materi mengenai biosekuriti kandang, pencegahan cacingan, serta manfaat pemberian vitamin. Media tersebut diharapkan dapat menjadi panduan yang dapat dibaca kembali oleh peternak setelah kegiatan selesai.
Dorong Perbaikan Sanitasi Kandang
Selain membahas PMK, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan tempat ternak dipelihara.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pola pemeliharaan sapi di bawah rumah panggung yang masih dijumpai di masyarakat.
Mahasiswa menjelaskan bahwa pola tersebut perlu disertai pengelolaan lingkungan yang memadai, terutama dari sisi ventilasi, drainase, serta sistem pembuangan limbah.
Pengelolaan kandang yang baik dinilai penting untuk mengurangi risiko penumpukan kuman penyakit dan menjaga kondisi kesehatan ternak.
Peternak juga diperkenalkan dengan lima langkah dasar biosekuriti yang dapat diterapkan secara rutin.
Langkah tersebut meliputi membersihkan kandang setiap hari, menyediakan air bersih, memastikan kandang mendapatkan pencahayaan matahari yang cukup, menggunakan alas kaki khusus ketika memasuki area kandang, serta mengisolasi atau memisahkan ternak yang menunjukkan tanda-tanda sakit.
Peternak Diberikan Vitamin dan Obat Cacing
Kegiatan tidak hanya dilakukan dalam bentuk penyuluhan. Mahasiswa juga memberikan intervensi kesehatan secara langsung kepada peternak yang bersedia.
Dukungan kesehatan ternak yang diberikan berupa suntikan maupun bolus Vitamin B-kompleks serta obat cacing atau antelmintik.
Pemberian tersebut ditujukan untuk mendukung daya tahan tubuh ternak, membantu mencegah infeksi parasit, serta mendukung pertumbuhan bobot badan sapi.
Dengan intervensi tersebut, peternak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemeliharaan ternak, tetapi juga mendapatkan dukungan teknis secara langsung di lapangan.
Dampingi Inseminasi Buatan Sapi Rakyat
Tim KKN-PK Unhas juga memberikan dukungan tambahan pada aspek reproduksi ternak melalui fasilitasi pendampingan dan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi rakyat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas genetik sekaligus populasi ternak lokal di Desa Anabanua secara berkelanjutan.
Pendampingan reproduksi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk tidak hanya menangani aspek kesehatan ternak, tetapi juga mendukung produktivitas peternakan masyarakat.
Evaluasi Program Mendapat Sambutan Positif
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi terhadap ketercapaian indikator teknis yang dilakukan secara luring.
Berdasarkan pencatatan akhir kegiatan, target utama program, mulai dari penerimaan penyuluhan, pembagian brosur, hingga pelaksanaan intervensi kesehatan, berhasil dicapai.
Kegiatan tersebut juga mendapatkan sambutan positif dari masyarakat di empat dusun yang menjadi sasaran program.
Melalui kegiatan KKN-PK tersebut, mahasiswa Unhas berupaya memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada peternak agar pengetahuan mengenai kesehatan, sanitasi, biosekuriti, pemberian suplemen, dan reproduksi ternak dapat diterapkan dalam pemeliharaan sapi rakyat di Desa Anabanua.
Posting Komentar