KKN-PPM UGM di Karangduren: 50 Hari Belajar dan Bertumbuh Bersama Masyarakat
| Tim KKN-PPM UGM JT-149 Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten melaksanakan 54 program untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, UMKM, BUMDes, dan potensi wisata desa. |
KLATEN, 8 Agustus 2026 — Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM JT-149 Periode II Tahun 2026 mengakhiri rangkaian pengabdian di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.
Selama 50 hari, sejak 21 Juni hingga 8 Agustus 2026, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas masyarakat dengan mengusung tema “Peningkatan Kapasitas SDM UMKM dan BUMDes Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perekonomian Desa.”
Sebanyak 54 program kerja dilaksanakan selama masa pengabdian. Program tersebut menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, BUMDes, pengelola Taman Jlengut, pelaku UMKM, tenaga pendidik, kelompok PKK, Karang Taruna, kelompok tani, hingga siswa sekolah dasar.
Sejak awal pelaksanaan, Tim KKN-PPM UGM melihat Desa Karangduren memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah Taman Jlengut yang menjadi destinasi wisata edukasi sekaligus salah satu potensi unggulan desa.
Bersama pemerintah desa, pengelola BUMDes, tokoh masyarakat, dan kelompok warga, mahasiswa melakukan observasi serta diskusi untuk memetakan berbagai tantangan dan peluang pengembangan desa.
Hasilnya, sejumlah program diarahkan pada penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta pengembangan potensi wisata.
Untuk mendukung Taman Jlengut, mahasiswa mengembangkan website resmi kawasan wisata sebagai sarana informasi dan promosi digital.
Program tersebut dilengkapi dengan pelatihan branding dan penulisan konten promosi bagi pengelola, penyusunan kalender konten media sosial, serta pembuatan bank konten yang dapat digunakan untuk mendukung promosi secara berkelanjutan.
Tim KKN juga menyusun laporan statistik pengunjung sebagai bahan evaluasi strategi pemasaran. Selain itu, dikembangkan peta wisata untuk membantu navigasi pengunjung serta proposal paket wisata terintegrasi dengan destinasi lain di Kecamatan Kebonarum.
Pengembangan Taman Jlengut juga mencakup analisis potensi spasial, pemetaan inventaris kawasan, serta pembangunan arsip digital.
Mahasiswa turut menghadirkan sistem kritik dan saran berbasis QR Code, mengoptimalkan potensi terapi ikan, serta mengembangkan sistem informasi satwa yang terhubung dengan website.
Melalui sistem tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi edukatif mengenai satwa hanya dengan memindai kode yang tersedia.
Upaya pelestarian budaya lokal juga dilakukan dengan memperbarui papan informasi satwa dan tumbuhan menggunakan Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, serta nama latin. Penggunaan Bahasa Jawa juga ditambahkan pada website Taman Jlengut.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, Taman Jlengut diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang pembelajaran mengenai lingkungan dan budaya lokal.
Program KKN juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan sektor ekonomi desa. Mahasiswa memberikan sejumlah pelatihan kepada pelaku UMKM dan pengelola BUMDes dengan pendekatan yang aplikatif.
Bagi pelaku UMKM, tim memberikan sosialisasi mengenai penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP). Materi tersebut ditujukan agar pelaku usaha mampu menghitung biaya produksi secara lebih tepat sebelum menentukan harga jual.
Mahasiswa juga memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan agar pencatatan aktivitas usaha menjadi lebih tertib dan akuntabel.
Sementara bagi BUMDes, dilaksanakan workshop digitalisasi laporan keuangan menggunakan Microsoft Excel dengan menghadirkan narasumber dari praktisi akuntansi pemerintahan.
Tim KKN juga menyusun template laporan keuangan yang lebih sistematis dan mudah digunakan.
Program ekonomi lainnya meliputi pendampingan penyusunan Business Model Canvas bagi Karang Taruna, penguatan laporan keuangan Taman Jlengut, inisiasi pasar musiman sebagai ruang promosi produk lokal, serta sosialisasi QRIS dan program Kenali Rupiah.
Berbagai kegiatan tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat menerapkannya secara mandiri dalam mengembangkan usaha dan mengelola lembaga desa.
Peningkatan kapasitas masyarakat juga dilakukan melalui sektor pendidikan.
Bersama tenaga pendidik, mahasiswa menyelenggarakan edukasi literasi digital, sosialisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai pendukung pembelajaran, pelatihan penggunaan Quizizz sebagai media pembelajaran interaktif, serta edukasi mengenai keamanan digital dan penipuan online.
Sementara itu, berbagai kegiatan edukatif diberikan kepada siswa sekolah dasar dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif.
Kegiatan tersebut antara lain edukasi ekonomi cilik, literasi numerasi, pengenalan peta Indonesia, lomba storytelling, lomba mewarnai wayang, permainan ular tangga budaya, serta sejumlah aktivitas edukatif lainnya.
Program tersebut dirancang untuk mengenalkan pengetahuan kepada siswa melalui metode pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Aspek lingkungan juga menjadi bagian dari rangkaian pengabdian Tim KKN-PPM UGM JT-149.
Bersama pengelola Taman Jlengut dan kelompok PKK, mahasiswa menginisiasi pengelolaan limbah organik menjadi pupuk organik.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Mahasiswa juga melaksanakan penanaman vegetatif di kawasan wisata sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, digelar demonstrasi ecoprint sebagai alternatif pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal serta edukasi mengenai repelen tikus alami kepada kelompok tani.
Program lingkungan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha baru di masyarakat.
Selain program utama di bidang wisata, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung pembangunan desa.
Beberapa di antaranya berupa penyusunan profil Desa Karangduren, pengarsipan sejarah dan potensi desa, penyusunan peta profil desa, serta pemetaan UMKM berbasis WebGIS.
Tim juga melakukan pendampingan penyelenggaraan Relawan Cilik dan terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk lomba balap traktor serta kegiatan sosial lainnya.
Beragam program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menyesuaikan kegiatan KKN dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki Desa Karangduren.
Setelah menjalani pengabdian selama 50 hari, Tim KKN-PPM UGM JT-149 memandang bahwa KKN bukan sekadar pelaksanaan program kerja.
Interaksi dengan perangkat desa, pelaku UMKM, pengelola BUMDes, tenaga pendidik, siswa, kelompok masyarakat, dan warga menjadi pengalaman pembelajaran bagi para mahasiswa.
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Bagi Tim KKN-PPM UGM JT-149, Desa Karangduren bukan sekadar lokasi pelaksanaan program, tetapi juga menjadi ruang belajar mengenai kolaborasi, kepedulian, dan pemberdayaan masyarakat.
Tim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Karangduren, BUMDes, pengelola Taman Jlengut, seluruh mitra, serta masyarakat yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan KKN selama 50 hari.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah berakhirnya masa KKN, tetapi dapat menjadi awal kerja sama berkelanjutan yang memberikan kontribusi bagi pengembangan dan kemajuan Desa Karangduren.
Posting Komentar