Ad
Ad

Jateng dan Kaltim Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Potensi Kolaborasi Capai Rp20,2 Triliun

Saling Melengkapi, Jateng-Kaltim Kantongi Potensi Ekonomi Kerja Sama Capai Rp20,2 Triliun

Dinamikapost, Samarinda
– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur memperkuat kolaborasi ekonomi melalui kerja sama lintas sektor yang memiliki potensi nilai mencapai Rp20,2 triliun.

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari perdagangan, pangan, perindustrian, jasa keuangan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga dukungan terhadap berbagai kegiatan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (6/8/2026).

Selain kesepakatan antarpemerintah daerah, sejumlah kerja sama teknis juga ditandatangani oleh organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), asosiasi, serta pemerintah kabupaten dan kota.

Pemerintah menegaskan angka Rp20,2 triliun merupakan agregasi dari berbagai potensi kerja sama. Nilai tersebut tidak seluruhnya berupa transaksi tunai maupun investasi baru yang dilakukan dalam satu waktu.

Perdagangan Pangan Jadi Salah Satu Potensi

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pangan. Melalui kerja sama tersebut, Jawa Tengah berpotensi memasok sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur.

Komoditas yang diproyeksikan antara lain telur sekitar 778 ton, daging ayam 873 ton, bawang merah 321,6 ton, serta beras sekitar 6.119 ton.

Dari komoditas tersebut, potensi transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp237,75 miliar.

Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan peternakan dan kesehatan hewan dengan potensi nilai ekonomi sekitar Rp2,1 triliun per tahun.

Sementara itu, pada sektor perindustrian dan perdagangan, nilai potensi kerja sama diperkirakan mencapai sekitar Rp36 miliar per tahun.

Kolaborasi di bidang kelautan dan perikanan juga diarahkan untuk memperkuat perdagangan sekaligus rantai pasok dengan potensi nilai sekitar Rp2,238 miliar per tahun.

Pariwisata hingga Sektor Keuangan

Kerja sama antara kedua provinsi juga mencakup sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi transaksi langsung dari sektor tersebut diperkirakan mencapai Rp21 miliar per tahun, dengan multiplier effect pariwisata sekitar Rp36 miliar per tahun.

Dari sektor keuangan daerah, salah satu kolaborasi dengan potensi aktivitas bisnis terbesar adalah sinergi antara Bank Jateng dan Bank Kaltimtara.

Kerja sama kedua bank tersebut memiliki potensi aktivitas bisnis sekitar Rp15 triliun per tahun.

Kolaborasi juga dilakukan antara Jamkrida Jateng dan Jamkrida Kaltim melalui skema co-guarantee untuk mendukung proyek-proyek di kawasan IKN.

Total proyeksi nilai proyek yang dapat didukung melalui skema tersebut mencapai sekitar Rp1,34 triliun, dengan proyeksi imbal jasa penjaminan sekitar Rp3,452 miliar per tahun.

Jateng dan Kaltim Dinilai Saling Melengkapi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap berbagai kesepakatan yang telah dibuat dapat segera diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata.

Menurutnya, kerja sama antardaerah menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik global.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menilai hubungan antara Jateng dan Kaltim memiliki karakter yang saling melengkapi.

Kalimantan Timur memiliki kekayaan sumber daya alam, sedangkan Jawa Tengah memiliki kekuatan pada sektor industri pengolahan, UMKM, serta berbagai sektor ekonomi lainnya.

“Ini terobosan luar biasa dan mudah-mudahan juga bisa dicontoh di provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia,” kata Rudy.

Menurutnya, penguatan kerja sama antardaerah dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap APBN maupun dana transfer dari pemerintah pusat.

Rudy mencontohkan kebutuhan pangan di Kalimantan Timur yang dapat dipenuhi melalui pasokan dari Jawa Tengah. Kebutuhan beras di Kaltim, misalnya, sebagian dipasok dari Jawa Tengah.

Di sisi lain, industri di Jawa Tengah membutuhkan pasokan batu bara dari Kalimantan Timur sekitar 1,5 juta ton, di luar kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Komoditas minyak kelapa sawit atau CPO dari Kaltim juga menjadi bagian dari rantai pasok menuju Jawa Tengah.

Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Perbedaan karakteristik ekonomi dan sumber daya kedua wilayah menjadi modal penting untuk membangun hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat.

Dengan jumlah penduduk Kalimantan Timur yang sekitar 4,2 juta jiwa dan Jawa Tengah mencapai sekitar 38 juta jiwa, kebutuhan dan kapasitas produksi kedua provinsi menciptakan peluang pasar yang saling mendukung.

Kalimantan Timur memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk batu bara dan CPO. Sementara Jawa Tengah memiliki basis industri pengolahan, UMKM, serta pasar konsumen yang besar.

Kerja sama lintas sektor dengan potensi mencapai Rp20,2 triliun tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi dapat diwujudkan menjadi transaksi, investasi, penguatan rantai pasok, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua provinsi.

Baca juga

Berita Terbaru

  • Jateng dan Kaltim Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Potensi Kolaborasi Capai Rp20,2 Triliun
  • Jateng dan Kaltim Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Potensi Kolaborasi Capai Rp20,2 Triliun
  • Jateng dan Kaltim Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Potensi Kolaborasi Capai Rp20,2 Triliun
  • Jateng dan Kaltim Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Potensi Kolaborasi Capai Rp20,2 Triliun
  • Jateng dan Kaltim Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Potensi Kolaborasi Capai Rp20,2 Triliun
  • Jateng dan Kaltim Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Potensi Kolaborasi Capai Rp20,2 Triliun

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad