Ad
Ad

Fakultas Hukum Universitas Trisakti Dorong Penguatan Tata Kelola Hukum Bisnis Aviasi Hadapi Tantangan Global

TBLF IV bahas penguatan tata kelola hukum bisnis aviasi melalui seminar nasional dan kompetisi mahasiswa hukum. (Dok. Istimewa)

Dinamikapost, Jakarta
– Perkembangan industri penerbangan yang semakin kompleks membuat aspek hukum dan tata kelola bisnis aviasi menjadi perhatian penting. Selain berkaitan dengan keselamatan dan operasional, kepastian hukum juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan industri penerbangan di tengah perubahan ekonomi dan dinamika geopolitik global.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Trisakti Business Law Fair IV (TBLF IV) yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Trisakti melalui Trisakti Business Law Community (TBLC).

Mengangkat tema “Legal Governance in the Aviation Business: Ensuring Operational Excellence and Enhancing Corporate Risk Protection”, kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 itu mempertemukan kalangan akademisi, praktisi, regulator, serta mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk melihat bagaimana hukum dapat berperan lebih strategis dalam menghadapi tantangan industri penerbangan. Tata kelola hukum tidak hanya ditempatkan sebagai instrumen pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mengantisipasi berbagai risiko bisnis.

Bahas Ketahanan Industri Penerbangan

Rangkaian TBLF IV dibuka melalui Opening Ceremony yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional. Forum tersebut secara khusus membahas ketahanan industri aviasi Indonesia dalam menghadapi perubahan geopolitik dunia.

Seminar mengusung tema “Resilience Strategies for Indonesia’s Aviation Industry in Navigating Global Geopolitical Dynamics to Support Sustainable National Economic Growth” dan dibuka melalui keynote speech Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, S.H.

Diskusi panel kemudian menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang industri penerbangan dan hukum. Forum dipandu Yashinta Kosmanto, S.H., yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association, Denon Prawiraatmadja, S.T., membahas ketahanan industri penerbangan nasional dari perspektif ekonomi makro di tengah perubahan geopolitik global.

Sementara itu, Technical Advisor PT Dharma Bandar Mandiri, Dino Tribata, membahas penguatan regulasi tarif aviasi sebagai salah satu faktor dalam mendorong keberlanjutan industri penerbangan.

Adapun Associate Dentons HPRP, Gregorius Alisander Ponglapik, S.H., mengulas aspek resiliensi operasional dan teknis penerbangan tidak berjadwal dalam menghadapi tantangan, termasuk persoalan krisis energi.

Mahasiswa Adu Gagasan Hukum Bisnis

Selain seminar nasional, TBLF IV juga menjadi ajang kompetisi bagi mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pada babak final, terdapat dua kompetisi utama yang menguji kemampuan peserta dalam menganalisis persoalan hukum bisnis dan memberikan solusi atas kasus yang berkaitan dengan sektor penerbangan.

Cabang Contract Drafting and Negotiation Competition (CDNC) mengangkat tema mengenai optimalisasi operasional pesawat bagi perusahaan multi proyek untuk mendukung mobilitas strategis sekaligus memberikan perlindungan terhadap risiko komersial.

Sementara Legal Opinion Competition (LOC) membahas persoalan hukum terkait operasional air charter di wilayah udara domestik, dengan tema “Beyond Clearance: The Legal Paradox of Air Charter Operations in Domestic Airspace”.

Kedua kompetisi tersebut tidak hanya menguji pemahaman peserta terhadap aturan hukum, tetapi juga kemampuan menyusun argumentasi, melakukan analisis, serta menawarkan solusi terhadap persoalan bisnis yang berkembang di industri aviasi.

Daftar Pemenang TBLF IV

Penyelenggaraan TBLF IV ditutup dengan pengumuman para pemenang dari masing-masing cabang kompetisi.

Untuk Contract Drafting and Negotiation Competition, Juara 1 diraih Delegasi Antananarivo dari Universitas Padjadjaran. Juara 2 diraih Delegasi Vienna dari Universitas Indonesia, sedangkan Juara 3 diraih Delegasi Paramaribo dari Universitas Negeri Semarang.

Delegasi Vienna dari Universitas Indonesia juga memperoleh penghargaan Berkas Terbaik.

Sementara pada Legal Opinion Competition, Juara 1 diraih Delegasi Budapest dari Universitas Gadjah Mada. Juara 2 ditempati Delegasi Belmopan dari Universitas Indonesia dan Juara 3 diraih Delegasi Copenhagen dari Universitas Diponegoro.

Penghargaan Berkas Terbaik pada kategori tersebut diberikan kepada Delegasi Copenhagen dari Universitas Diponegoro.

Melalui pelaksanaan TBLF IV, Fakultas Hukum Universitas Trisakti diharapkan dapat terus mendorong pengembangan pemikiran hukum bisnis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Penguatan tata kelola regulasi, mitigasi risiko korporasi, serta ketahanan sektor penerbangan menjadi bagian penting dalam memastikan industri aviasi nasional mampu menghadapi perubahan global sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. 

Baca juga

Berita Terbaru

  • Fakultas Hukum Universitas Trisakti Dorong Penguatan Tata Kelola Hukum Bisnis Aviasi Hadapi Tantangan Global
  • Fakultas Hukum Universitas Trisakti Dorong Penguatan Tata Kelola Hukum Bisnis Aviasi Hadapi Tantangan Global
  • Fakultas Hukum Universitas Trisakti Dorong Penguatan Tata Kelola Hukum Bisnis Aviasi Hadapi Tantangan Global
  • Fakultas Hukum Universitas Trisakti Dorong Penguatan Tata Kelola Hukum Bisnis Aviasi Hadapi Tantangan Global
  • Fakultas Hukum Universitas Trisakti Dorong Penguatan Tata Kelola Hukum Bisnis Aviasi Hadapi Tantangan Global
  • Fakultas Hukum Universitas Trisakti Dorong Penguatan Tata Kelola Hukum Bisnis Aviasi Hadapi Tantangan Global

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad